Tim asesor ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) kembali melakukan penilaian terhadap empat program studi milik UGM. Penilaian untuk Program Studi Kedokteran Hewan, Antropologi, Psikologi dan Teknik Mesin berlangsung selama tiga hari sejak Selasa (21 Oktober 2014) sampai dengan Kamis (23 Oktober 2014).
Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr selaku ketua pelaksana kegiatan mengungkapkan penilaian tim asesor AUN-QA merupakan penilaian dengan pendekatan benchmarking. Program studi peserta asesmen dinilai menggunakan standar milik AUN-QA.
“Jadi bukan akreditasi, tetapi sertifikasi dengan pendekatan benchmarking. Prodi diukur dengan standar AUN-QA dan akan diketahui menempati peringkat berapa”, ujarnya di ruang Multimedia UGM pada Selasa 21 Oktober 2014 dalam acara Opening Ceremony kegiatan AUN QA.
Setelah melalui proses penilaian, maka prodi akan mendapat sertifikat dengan masa berlaku selama 4 tahun. Setelah masa berlakunya berakhir, prodi diharapkan untuk mengajukan resertifikasi.
Sebagai contoh Fakultas Kedokteran UGM untuk Program Studi Pendidikan Dokter. Program studi ini di tahun 2015 akan kembali diases oleh AUN-QA untuk mendapatkan sertifikasi.
“Program Studi Pendidikan Dokter diases tahun 2009 dan akan di re-sertifikasi lagi tahun depan”, paparnya.
Hartanto Nugroho menjelaskan untuk tahun 2014, tim asesor AUN melakukan visitasi dua kali di UGM. Pada September 2014, AUN-QA telah melakukan penilaian untuk tiga program studi, yaitu Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan (Fakultas Pertanian), Teknologi Industri Pertanian (Fakultas Teknologi Pertanian) dan Matematika (Fakultas MIPA).
Dijelaskan, untuk sekali melakukan visit tim asesor AUN hanya sanggup melakukan penilaian maksimal untuk 4 program studi. Penilaian tersebut meliputi 15 standar yang telah ditetapkan AUN-QA, antara lain kompetensi lulusan, spesifikasi program studi, program pembelajaran, kualitas dosen, kualitas karyawan, kualitas mahasiswa, sarana dan prarasarana, program peningkatan kualitas yang meminta masukan dari stakeholder, alumni dan mahasiswa, evaluasi program pembelajaran dan outputnya.
Standar audit yang yang telah ditetapkan dan digunakan AUN-QA khusus untuk program S-1 (undergraduate). UGM memiliki 68 program studi, hingga saat ini baru 17 program studi yang telah diases oleh tim asesmen AUN. Masih banyaknya program studi yang belum diases dikarenakan keterbatasan asesor baik dalam jumlah maupun cakupan bidang ilmu.
Selain menyiapkan sumber daya manusia untuk menuju komunitas ASEAN tahun 2015, AUN-QA bertujuan untuk meningkatkan kualitas secara berjenjang. Jika universitas di tingkat nasional berturut-turut mendapat akreditasi A (oleh BAN-PT), maka prodi di dalam universitas tersebut diproyeksikan siap untuk go international. Dan jika prodi bisa mendapatkan hasil asesmen yang baik dari lembaga akreditasi regional (misal: AUN-QA), tidak tertutup kemungkinan program studi tersebut dapat memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengikuti akreditasi di lingkup yang lebih luas (misal: oleh lembaga akreditasi dari Negara Eropa).
“Arahnya go internasional, itu langkah paling strategis dengan mengukur sesuai standar ASEAN. Jika nantinya di ASEAN sudah baik, menginjak ke Eropa”, tambahnya.
Prof. Dr. Nantana Gajaseni, Direktur Eksekutif AUN mengatakan UGM menjadi universitas dengan jumlah program studi tersertifikasi AUN-QA terbanyak di antara universitas-universitas anggota AUN-QA. Dalam penilaian UGM terus melakukan upaya-upaya dan telah membuktikan dengan berbagai prestasi-prestasi yang diraih.
Dalam asesmen ini, Prodi Antropologi diases oleh Prof. Dr. fauza Ab. Ghaffar (University of Malaya) dan Dr. Alvin B. Culaba (De La Salle University), Prodi Kedokteran Hewan diases oleh Prof. Dr. Wan Ahmad Kamil Mahmood (Universiti Sains Malaysia) dan Assoc. Prof. Dr. Watana Padgate (International College Naresuan University), Prodi Psikologi diases oleh Mr. Johnson Ong Chee Bin (AUN-QA Expert) dan Assoc. Prof. Brian Canlas Gozun (De La Salle University), dan Prodi Teknik Mesin diases oleh Prof. dr. Arnulfo A. Azcarraga (De La Salle University) dan Assoc. Prof. Dr. Parames Chutima (Chulalongkorn University).